skip to main | skip to sidebar

coretan Fajar

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Selasa, 24 Agustus 2010

Apa itu Komputer?..

Diposting oleh coretanfajar di 18.35 Label: Komputer
Sudah lama saya tidak melihat-lihat data di komputer. Baru saya Ingat, dulu saya mendapatkan tugas untuk membuat modul-modul mengenai komputer di kelas I di sekolah saya. Daripada saya simpan modul nya di hardisk saya, lebih baik saya berbagi ilmu di blog, itung-itung nambah artikel di blog saya.
Komputer
Kata “Komputer” berasal dari bahasa Inggris “to compute” yang berarti menghitung. Sedangkan “computer” berarti alat penghitung. Kemudian kata komputer tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi computer. Berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki. Komputer dapat di definisikan sebagai peralatan elektronik yang bekerja secara koordinatif dan integrative berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa data, mengolahnya dalam memori, dan menampilkan hasil berupa informasi.
Dari pengertian di atas ,dapat disimpulkan bahwa computer memiliki tiga sifat, yaitu:
a.    Bekerja dengan menggunakan tenaga listrik ( elektronik ).
b.    Bekerja berdasarkan program.
Program adalah rangkaian perintah yang di buat manusia dan dapat dimengerti oleh computer.Programlah yang memberi komando ( koordinasi )pada setiap komponen dalam computer untuk mengerjakan sesuatu yang mengatur keselarasan  ( integrasi ) satu sama lain.
c.    bekerja dalam satu system yang dapat digambarkan dalam diagram berikut :
Diagram Sistem Komputer
     Keuntungan komputer
1.    Dapat mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tepat.
2.    Dapat menyimpan data dan membaca kembali untuk diolah kembali.
3.    Dapat mengolah dan menyimpan data dalam jumlah banyak dengan benar.
     Kerugian komputer
1.    Harus belajaj bahasa program
2.    Menbutuhkan tempat untuk menyimpan data khusus.
3.    Pengaruh terhadap tegangan.
4.    Membutuhkan operator.
JENIS-JENIS KOMPUTER
Berdasarkan ukuran fisik komputer terbagi menjadi :
A.    Room Komputer
B.    Desktop Komputer
C.    Notebook Komputer (LapTop)

Berdasarkan Type Processor :
A.    PC XT (Extended)
        Kapasitas datanya 64 kilobyte-1 megabyte dan kecepatanya 4,7-12megahertz.
B.    PC AT (Advanced Technologi)
         Kapasitas datanya 1 megabyte-43 gigabyte.

Berdasarkan Kemampuan Kerjanya :
A.    Komputer Micro
        (Menggunakan 1 processor untuk melakukan proses tertentu dan memiliki kemampuan terbatas).
B.    Komputer Mini
        (Dilengkapi beberapa processor dan memiliki kemampuan lebih tinggi)
C.    Sistem Jaringan
        (Hampir sama seperti computer mini ).

Apakah Sistem Operasi ?
Sistem Operasi bisa didefinisikan sebagai:
1.    Perangkat Lunak yang bertindak sebagai perantara antara pemakai computer(user)dengan perangkat keras(Hardware). Pemakai computer dibagi menjadi:
  • Common user     :    pengguna computer biasa.
  • Programmer     :    Seorang yang membuat aplikasi/program.
  • Aplikasi(program) :    Sesorang yang menjadi operator pengguna program.
2.    Tujuan dari adanya operating system adalah:
  • Menjalankan program-program dari user dan membantu user dalam menggunakan computer.
  • Menyediakan sarana sehingga pemakaian computer menjadi mudah (convenient).
  • Memanfaatkan perangkat keras computer yang terbatas secara efisien(resource manager).
Komponen Sistem Komputer
  1. Hardware berfungsi menyediakan “basic computing resources”(CPU,memory,I/O devices).
  2. Operating system berfungsi mengendalikan/mengkoordinasi pemakaian hardware oleh berbagai aplikasi/program dari users.
  3. Applications programs menggunakan system resources untuk menyelesasikan masalah komputasi dari users(compilers,database system,video games,business programs).
  4. Users ( People, machines, other computers).
Demikian yang saya ketahui tentang komputer, dan ini juga hasil dari modul yang saya buat dulu. Mohon berbagi ilmu. Terima Kasih.
Baca Selengkapnya - Apa itu Komputer?..
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Selasa, 17 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Diposting oleh coretanfajar di 20.20 Label: agama
sebelumnya saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas segala salah dan kekhilafan kepada semua teman-teman. Semoga kita semua umat muslim bisa menjalankan amal ibadah di bulan suci ramadhan dengan baik.

“MARHABAN YA RAMADHAN”

karena memasuki bulan pernuh berkah dan pengampunan ini, saya mencoba mencari artikel-artikel tentang RAMADHAN. semoga bermanfaat ia. dan ini juga saya dapat dari mbah google, ini linknya, Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan. banyak sekali yang bisa kita dapatkan dalam bulan ramadhan ini.

Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hami
Fiqh, 25 Oktober 2003, 02:05:39


Banyak sekali ayat yang tegas dan muhkam (qath’i) dalam Kitabullah yang mulia, memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman ALLAH (yang artinya) : “Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya), dan kaum pria serta wanita yang khusyu’, dan kaum pria serta wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum pria serta wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” [A-Ahzab : 35]

Dan firman ALLAH (yang artinya) : “Dan kalau kalian puasa, itu lebih baik bagi kalian kalau kalian mengetahuinya” [Al-Baqarah : 184].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, keutamaan yang agung ; dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih berikut ini, dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna.

1. Puasa Adalah Perisai [Pelindung]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh orang yang sudah kuat syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa’[memutuskan] bagi syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol, menenangkan seluruh anggota badan, serta seluruh kekuatan (yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang dhahir dan kekuatan bathin.

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba’ah [mampu dgn berbagai macam persiapannya] hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa’ (pemutus syahwat) baginya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah jelas demikian -wahai muslim- sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang puasa dari neraka. Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka.

Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya) : “Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : "70 musim" yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka” [Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits yang shahih].

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” [Dikeluarkan oleh Tirmidzi no. 1624 dari hadits Abi Umamah, dan di dalam sanadnya ada kelemahan. Al-Walid bin Jamil, dia jujur tetapi sering salah, akan tetapi di dapat diterima. Dan dikeluarkan pula oleh At-Thabrani di dalam Al-Kabir 8/260,274, 280 dari dua jalan dari Al-Qasim dari Abi Umamah. Dan pada bab dari Abi Darda', dikeluarkan oleh Ath-Thabrani di dalam Ash-Shagir 1/273 di dalamnya terdapat kelemahan. Sehingga hadits ini SHAHIH].

Sebagian ahlul ilmi telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan wajah Allah Ta’ala, sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalm termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

2. Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga

Engkau telah tahu wahai hamba yang taat -mudah-mudahan Allah memberimu taufik untuk mentaati-Nya, menguatkanmu dengan ruh dari-Nya- bahwa puasa menjauhkan orang yang mengamalkannya ke bagian pertengahan surga.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu katanya, “Aku berkata (kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) : “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga.? Beliau menjawab : “Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu” [Hadits Riwayat Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih]

3. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas (Seluruhnya terkumpul pembahasannya pada hadits-hadits yang akan datang)

4. Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan (Seluruhnya terkumpul pembahasannya pada hadits-hadits yang akan datang)

5. Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk (Seluruhnya terkumpul pembahasannya pada hadits-hadits yang akan datang)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa [Baginya pahala yang terbatas, kecuali puasa karena pahalanya tidak terbatas] , karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : ‘Aku sedang berpuasa’ [1]. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk[2] orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya” [Bukhari 4/88, Muslim no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari].

Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan) (yang artinya) : “Meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya”

Di dalam riwayat Muslim (yang artinya) : “Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman : “Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku” Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan ; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau misk”

6. Puasa dan Al-Qur’an Akan Memberi Syafa’at Kepada Ahlinya di hari Kiamat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa’at karenaku”. Al-Qur’an pun berkata : “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Maka keduanya akan memberi syafa’at” [3]

7. Puasa Sebagai Kafarat

Diantara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah ; Allah menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, kaparat bagi yang tidak mampu memberi kurban, kafarat bagi pembunuh orang kafir yang punya perjanjian karena membatalkan sumpah, atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram dan sebagai kafarat zhihar. Akan jelas bagimu dalam ayat-ayat berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Dan sempurnakanlah olehmu ibadah haji dan umrah karena Allah ; maka jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau sakit), maka wajib menyembelih kurban yang mudah didapat. Dan janganlah kamu mencukur rambut kepalamu, hingga kurban itu sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada diantaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercu kur), maka wajib atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah di dapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluargannya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya” [Al-Baqarah : 196]

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat (denda) yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” [An-Nisaa' : 92]

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)” [Al-Maidah : 89]

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Orang-orang yang menzhihar isteri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih” [Al-Mujaadiliah : 3-4]

Demikian pula, puasa dan shadaqah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari harta, keluarga dan anaknya. Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Fitnah pria dalam keluarga (isteri), harta dan tetangganya, bisa dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah” [Hadits Riwayat Bukhari 2/7, Muslim 144]

8. Ar Rayyan Bagi Orang yang Puasa

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (bahwa beliau) bersabda (yang artinya) : “Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903]

Footnote.
1. Dengan ucapan yang terdengar oleh si pencerca atau orang yang mengganggu tersebut, ada yang mengatakan : diucapkan di dalam hatinya agar tidak saling mencela dan saling memerangi. Yang pertama lebih kuat dan lebih jelas, karena ucapan secara mutlak adalah dengan lisan, adapun bisikan jiwa dibatasi oleh sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah : “Sesunguhnya Allah memaafkan bagi umatku apa yang terbetik dalam hatinya selama belum diucapkan atau diamalkannya” (Muttafaqun ‘alaih). Maka jelaslah bahwa ucapan itu mutlak tidak terjadi kecuali oleh ucapan yang dapat dididengar dengan suara yang terucap dan huruf. Wallahu a’lam.

2. Lihat apa yang telah ditulis oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilu Shayyin minal Kalami At-Thayyib hal.22-38

3. Diriwayatkan oleh Ahmad 6626, Hakim 1/554, Abu Nu’aim 8/161 dari jalan Huyaiy bin Abdullah dari Abdurrahman Al-hubuli dari Abdullah bin ‘Amr, dan sanadnya hasan. Al-Haitsami berkata di dalam Majmu’ Zawaid 3/181 setelah menambah penisbatannya kepada Thabrani dalam Al-Kabir : “Dan perawinya adalah perawi shahih”
Faedah : Hadits ini dan yang semisalnya dari hadits-hadits yang telah warid yang menyatakan bahwa amalan itu berjasad, wajib diimani dengan keimanan yang kuat tanpa mentahrif atau mentakwilnya, karena demikianlah manhajnya salafus shalih, dan jalannya mereka tidak diragukan lebih selamat, lebih alim dan bijaksana (tepat).
Cukuplah bagimu bahwa itu adalah salah satu syarat iman. Alla Ta’ala berfirman.
(yang artinya) : “(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugrahkan kepada mereka” [Al-Baqarah : 3]

(Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR), penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H)
Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.
Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=299
Baca Selengkapnya - Marhaban Ya Ramadhan
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 16 Agustus 2010

Lelaki di Tarik ke Neraka karena Wanita

Diposting oleh coretanfajar di 02.02 Label: agama
Sebab Utama Lelaki di Tarik ke Neraka oleh Wanita

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan di tarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :

1. Ayahnya
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya
Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas , memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya dan shoumnya tidak pernah ketinggalan maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga wanita jatuh ke abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiar melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak- Anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu tentang kelakuan yang haram di sisi Islam. Bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah dan sebagainya maka anak itu akan di minta pertanggungjawabannya di akhirat kelak dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.

Lihatlah, betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T, “Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta keluargamu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu.”
Baca Selengkapnya - Lelaki di Tarik ke Neraka karena Wanita
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Tamu Nabi Ibrahim

Diposting oleh coretanfajar di 01.59 Label: agama
(di kutip dari : “Para Kekasih Allah, oleh : Ummi Alhan Ramadhan Mazayasyah“)

Masih seputar kisah tentang Nabi Ibrahim a.s. Sebagai seorang khalilullah, Nabi Ibrahim a.s. memperoleh kasih sayang Allah yang sangat besar. Kasih sayang Nabi Ibrahim a.s kepada makhluk Allah pun sangat besar. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa nabi Ibrahim a.s hampir setiap hari menempuh perjalanan bermil-mil jauhnya hanya untuk mencari teman guna menikmati makanan yang diperolehnya.

Manakala ia berada dalam kondisi sangat takut kepada Allah, Malaikat Jibril datang menhiburnya dengan pesan khusus dari Allah. Begitu pula jika Nabi Ibrahim a.s melakukan kesalahan, maka Allah ‘Azza wa jalla dengan segera akan memberinya petunjuk dan mengampuni kesalahanya.

Biasanya, orang-orang yang mengikuti ajaran Nabi Ibrahim a.s datang berkunjung ke rumahnya untuk meminta berbagai nasihat. Suatu ketika, yang datang ke rumah Nabi Ibrahim a.s bukanlah seorang muslim, melainkan seorang penganut agama Majusyi.

Dari rumahnya yang jauh, lelaki Majusyi yang berusia sekitar tujun puluh tahun itu datang menemui Nabi Ibrahim a.s. Didepan rumah Nabi Ibrahim a.s, lelaki majusyi itu mengetuk pintu. Ketika Nabi Ibrahim a.s melihat siapa yang datang, ia langsung menanyakan kperluan orang itu hingga datang ke rumahnya.

Semula, Nabi Ibrahim a.s mengira orang itu ingin di islamkan sebagai pengikut Nabi Ibrahim a.s Akan tetapi, orang majusyi itu ternyata tidak bermaksud utnuk mngucapkan kalimat tauhid. Ia semata-mata hanya ingin bertamu ke rumah Nabi Ibrahim a.s. Mendengar niatnya yang ‘hanya’ ingin datang bertamu, maka Nabi Ibrahim a.s langsung menolak secara tegas seraya berkata: “Aku tak akan menjadikan engkau sebagai tamuku, kecuali engkau bersedia keluar dari agamamu dan meninggalkan ajaran majusyio itu.”

Mendengar pernyataan Nabi Ibrahim a.s, orang itu menjadi sangat kecewa. Ia pun segera pulang kembali ke rumahnya. Pada saat itu, turunlah Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu dari Allah :
“Hai Ibrahim, Apakah engkau tak bersedia menjamin orang itu sebagai tamumu kecuali ia keluar dari agamanya? Apakah bahayanya bagimu jika engkau menjadikan ia sebagai tamumu hanya untuk satu malam saja? Padahal Kami telah memberinya makan dan minum selama tujuh puluh tahun, meskipun ia mengingkari Kami?”

Teguran dari Allah itu membmuat Nabi Ibrahim a.s merasa sangat menyesal. Pagi harinya, ia segera keluar rumah untuk mencari lelaki majusyi terebut. Sepanjang hari ia mencari dan menanyakan kepada orang-orang yang mungkin mengenali ciri-ciri wajahnya. Akhirnya, ia bertemu dengan orang yang mengenal siapa orang yang dicarinya itu. Setelah memperoleh kepastian tentang tempat tinggalnya, maka Nabi Ibrahim a.s segera berkunjung ke rumah lelaki Majusyi itu.

Kedatangan Nabi Ibrahim a.s membuat lelaki Majusyi itu merasa heran. Ia tak habis pikir. Baru semalam Nabi Ibrahim a.s menolak kunjungannya, tetapi kini justru Nabi Ibrahim a.s yang berkunjung ke rumahnya. Yang lebih mengherankan, Nabi Ibrahim meminta agar lelaki majusyi itu berkenan datang bertamu kembali ke rumahnya dan Nabi Ibrahim a.s berjanji, jika lelaki itu datang bertamu ke rumahnya, maka ia akan diperlakukan sebagai seoarang tamu.

“Sungguh engkau aneh sekali,” ujar lelaki Majusyi itu. “Baru tadi malam aku berkunjung di rumahmu, tetapi engkau tolak. Hari ini, justru engkau yang bersusah payah mencariku dan memintaku pula untuk sudi bertamu ke rumahmu. Ada apa sebetulnya, sehingga engkau berbuat demikian?” tanya lelaki itu kemudian.

Nabi Ibrahim a.s akhirnya menceritakan apa saja yang telah diwahyukan oleh Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa Allah, Tuhan dari segala Tuhan itu, telah menegurnya atas sikapnya yang menolak seorang tamu. Bahkan, Allah justru ‘membela’ lelaki Majusyi tersebut.

Lelaki itu termenung. Lama ia memikirkan apa yang baru saja didengarnya dari Nabi Ibrahim a.s. Hatinya bertanya-tanya tentang apa yang telah melatarbelakangi sehingga Tuhannya Ibrahim mau membela dirinya. Saat itu juga, sebuah hidayah menelusupi relung hatinya yang paling dalam. Cahaya kebenaran yang menerangi kegelapan jiwanya. Ia tersadar, bahwa sungguh Maha Kasih Sayang Tuhan yang disembah Nabi Ibrahim a.s.

“Apakah benar Tuhan segala Tuhan memperlakukanku seperti itu? Padahal, aku jelas-jelas telah mengingkarinya selama tujuh puluh tahun usiaku ini.” Tanyanya kepada Nabi Ibrahim a.s.

“Nabi Ibrahim a.s. mengiyakan. Ia mejelaskan bahwa rahmat dan kasih sayang Allah meliputi seluruh alam semesta dan segala makhluk yang ada di dalamnya. Lelaki itu pun tersungkur di hadapan Nabi Ibrahim a.s. Ia menangisi haru, seraya berkata :”Ulurkan tanganmu dan bai’atlah aku”.

Nabi Ibrahim a.s pun mengulurkan tanganya ke atas kepala lelaki itu. Segera diucapkanlah kalimat syahadat sebagai tanda ia telah keluar dari agama lamanya. “Aku bersaksi sesungguhnya tiaada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah.” ujarnya mantap.

subhanallahh..

Baca Selengkapnya - Tamu Nabi Ibrahim
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kamis, 12 Agustus 2010

Mendengarkan Al Quran online

Diposting oleh coretanfajar di 20.41 Label: agama
Assalamu'alaikumm..
di bulan yang penuh berkah ini, smg kita semua bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan pada saat nanti Hari Raya Idhul Fitri, kita semua bisa mendapatkan barokah puasa. hehhee.. Setidaknya sempatkan mendengarkan al-quran, lebih baek lagi di baca, di pahami, dan di amalkan ..
Kata “tilawah” dengan berbagai derivasi dan variasi maknanya dalam Al-Qur’an terulang/disebutkan sebanyak 63 kali. Kata tilawah ini dalam beberapa kitab seperti dalam al-Mishbah al-Munir fi Gharib al-Syarh al-Kabir, Al-Shahib Ibn ‘Ibad dalam al-Muhith fi al-Lughah, Ibnu Mandhur dalam Lisan al-‘Arab, dan dalam Mukhtar al-Shihah, secara leksial/harfiah mengandung makna “bukan sekedar” membaca (qiro’ah).
Secara Istilah kata tilawah dapat diartikan sebagai pembacaan yang bersifat spiritual atau aktifitas membaca yang diikuti komitmen dan kehendak untuk mengikuti apa yang dibaca itu. Sedangkan qiro’ah dapat dimaknai sebagai aktifitas membaca secara kognitif atau kegiatan membaca secara umum, sementara tilawah adalah membaca sesuatu dengan sikap pengagungan. Oleh karena itu, dalam Al Qur’an kata tilawah sering digunakan daripada kata qiro’ah dalam konteks tugas para Rasul ‘alaihimussalam.
Syaikh Ibnu Utsaimin dalam kitabnya Majalis Syahr Ramadlan menguraikan cakupan makna tilawah dalam dua macam, yakni:
Pertama – Tilawah hukmiyah, yaitu membenarkan segala informasi Al Qur’an dan menerapkan segala ketetapan hukumnya dengan cara menunaikan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
Kedua – Tilawah lafdziyah, yaitu membacanya. Inilah yang keutamaannya diterangkan oleh Rasulullah s.a.w. dalam hadits Bukhari: خَيرُكُم مَنْ تعَلَّمَ القُرآنَ وعَلَّمَه; sebaik-baiknya diantara kamu adalah yang belajar Al Qur’an dan yang mengajarkannya”.

Oleh karena itu bacalah Al-Qu'an di mana pun dan kapan pun kita berada, begitu pula dalam berselancar di dunia internet. kita gunakan tilawah online sebagai alternatifnya, agar suara al-qur'an terus dikumandangkan.

Baca Selengkapnya - Mendengarkan Al Quran online
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

kekalutan fatimah az-zahra

Diposting oleh coretanfajar di 20.10 Label: coretan
Pada masa ketika kekalutan tengah berada di puncaknya, Fatimah teringat pada sepenggal kalimat rahasia ayahnya. Pada detik-detik kematian Rasulullah…di tengah isak tangis Fatimah…Rasulullah membisikkan sesuatu pada Fatimah, yang dengan itu telah berhasil membuat Fatimah tersenyum. Senyum yang tak bisa terbaca. Pesan Rasulullah itu sangatlah rahasia, dia hanya bisa terkatakan nanti setelah Rasulullah wafat atau saat Fatimah seperti sekarang ini…terbujur di pembaringan. Ya, Rasulullah berkata, “Sepeninggalku, …diantara bait-ku (keluargaku), engkaulah yang pertama-tama akan menyusulku…”


Kini, Fatimah telah menunggu masa itu. Ia telah sedemikian rindu dengan ayahanda pujaan hatinya. Setelah menatap mata suaminya, dan menggenggam erat tangannya…seakan ingin berkata, “kutunggu dirimu nanti di surga…bersama ayah…”, Fatimah Az-Zahro menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya… dalam deraian air mata… Ali menguburkan jasad istrinya tercinta itu…yang masih belia itu…sendiri…di tengah malam buta…Ali tidak ingin membagi perasaannya itu dengan orang lain. Mereka berdua larut dalam keheningan yang hanya mereka berdua yang tahu. Lama Ali terpekur di gundukan tanah merah yang baru saja dibuatnya. Setiap katanya adalah setiap tetes air matanya. Mengalir begitu deras. Hingga kemudian, dengan dua tangan terkepal. Ali bangkit berdiri…dan berteriak sekeras-seKerasnya sambil menghadap langit….” A L L A H U … A K B A R”.
dia lah Fatimah, wanita teladan sepanjang masa, dan jika bukan Ali bin Abi thalib yang menjadi pendampingnya.. maka tak ada lagi yang sepadan dengan Fatimah az-zahraa.
subhanallah.
Baca Selengkapnya - kekalutan fatimah az-zahra
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kisah Hati yang Mulia

Diposting oleh coretanfajar di 19.54 Label: coretan
Ini adalah sebuah kisah tentang dua orang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras…..
Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir :
HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU


Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi.
Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis disebuah batu :
HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU
Suami bertanya : “kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya diatas pasir dan sekarang kamu menulis diatas batu ?”
Istrinya sambil tersenyum menjawab :
“ketika , kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu..
Dan bila sesuatu yang luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya diatas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin.
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangaatt menyakitkan, Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Yang terpenting dr pelajaran diatas, adalah : Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR …. Smga kalian smua mengerti betapa berharganya sebuah kesabaran dan saling memberi serta menerima maaf.

By Maykuke Zhigo

Baca Selengkapnya - Kisah Hati yang Mulia
2 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

film Islam KTP

Diposting oleh coretanfajar di 19.47 Label: coretan
Menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2010 yang diperkirakan akan jatuh pada bulan Agustus, beberapa rumah produksi mulai balapan saling kejar mengeber produksi sinetron – sinetron bernafaskan religi. Salah satunya, “Islam KTP” yang digawangi Anjasmara sebagai produser pelaksana Multivision Plus dengan melakukan “curi” start dipenayangan perdana mulai 12 Juli di SCTV. Ide cerita yang skenarionya digarap Wahid AS itu, seperti dikatakan Anjasmara saat preskon di lokasi syuting Kampung Artis Jakarta Timur, Minggu (11/7), timbul dari rasa keprihatinan sebagai masyarakat Islam tapi minim tentang pengetahuan Islam. (Sensasistar.com)

islam ktp

Sinetron bertema komedi religi ini dijadwalkan tayang mulai Senin 12 Juli 2010 malam. Produser sinetron Islam KTP berasal dari kalangan artis yakni Anjasmara.
Mengenai sinetron Islam KTP, Anjasmara mengaku bangga sebab memberikan ilmu atau pendidikan bagi siapa saja. “Saya dan grup serta Multivision Plus merasa bangga bisa memberikan tak hanya hiburan tapi juga ilmu bagi saya, teman-teman saya, dan penonton sinetron ini,” kata Anjasmara di Kampung Artis, Cipayung, Jakarta Timur, Ahad (11/7), seperti dikutip Halo Selebriti di SCTV.(liputan6)
Lebih jauh tentang film tersebut, pastinya sudah bisa ditebak. Ya, film ini mengangkat seorang karakter yang mengaku beragama Islam namun hanya sebatas buat melengkapi data identitas diri di Kartu Tanda Penduduk (KTP) semata. Seorang pemain di Para Pencari Tuhan, Idrus Madani, juga terlibat di sinetron ini.
menurut saya film ini bagus buat anak – anak jaman sekarang, film tak seperti menggurui. tapi, unsur-unsur islam nya masih kental. penuh dengan canda tapi tetap menyinggung hal agama.
semoga dengan film-film seperti ini, menjadi acuan untuk membuat perfilman indonesia menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama. (he..he..he..) bener gk?.
mohon komentar nya iaa tentang film ini..
Baca Selengkapnya - film Islam KTP
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jadilah dirimu sendiri

Diposting oleh coretanfajar di 18.27 Label: coretan
kadang untuk membuat orang lain menyukai kita, kita melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan diri kita.
saya pernah membaca komik tapi saya lupa judulnya(hehehe.. manusia kan gitu), tentang anak remaja yang selalu menjadi orang lain. begini ceritanya..
setiap pagi, dia akan tersenyum kepada teman” nyaa..(low senyum” ndiri ya gilaa..iya kyag saya ni). lalu ada pa yang salah ma anak ni? bukannya qt umat islam di anjurkan untuk tersenyum,, karena senyum itu ibadah. gtu. ok, lanjutin iya critanya.

tapi, setiap ia masuk kelas, ia slalu di minta bantuan ma temennya, yg ngerjaen inilah, itulah, bersih” kelas, padahal bukan jadwalnya dy. tapi dia slalu bilang, “ia”.
knp?kan gk ada salahnya bantu temen, tapi kan dia malah jadi di manfaatin ma temen-temennya. akhirnya kesiksa sendiri kan low jadi orang laen. iya begitulah, kadang jadi diri sendiri walau harus di jauhi orang laen. qt kan gak bisa jadi orang laen, yang seharusnya qt suka bermaen bola, tapi karena lingkungan qt gk suka, jadi harus pura” gk suka bola juga. waduh, susah low gtu.
tapi , knp qt gk nyoba buat jadi diri qt sendiri tapi yang selalu jadi lebih baek dan baek lagi. oia, ada kata” bagus ni..
“Ketika qt di lahirkan di dunia ni,  semua pada tertawa bahagia, dan kita menangis
tapi, berusahalah jika qt meninggalkan dunia ni,  qt yang tersenyum dan mereka yang menangisi kepergian qt” , cerita nya mati dalam keadaan khusnul khatimah ..
amin. amin.
ni ada artikel bagus, smg bisa jadi smgad.
Menjadi melati-lah, meski tampak tak bermakna.
Sebab ia ‘kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan.
Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya. Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar.
Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu
karena pahami hakikat hidupnya.

ni tagnya : http://micreative0220.blogspot.com/2009_01_01_archive.html
Baca Selengkapnya - Jadilah dirimu sendiri
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Kategori

  • agama (7)
  • coretan (6)
  • Komputer (4)
  • Pascal (1)

Kumpul Blogger

Blog Archive

  • ▼  2010 (17)
    • ▼  Agustus (17)
      • Apa yang menghalangi Jilbabmu Saudariku ?
      • Bunuh Diri
      • Raihanna, Pudarnya Cahaya Cleopatra
      • Makna Cinta
      • Tamu Nabi Ibrahim
      • Pengenalan Pascal
      • Pengenalan Windows98
      • Apa yang di maksud DOS?
      • Apa itu Komputer?..
      • Marhaban Ya Ramadhan
      • Lelaki di Tarik ke Neraka karena Wanita
      • Tamu Nabi Ibrahim
      • Mendengarkan Al Quran online
      • kekalutan fatimah az-zahra
      • Kisah Hati yang Mulia
      • film Islam KTP
      • Jadilah dirimu sendiri

Artikel Lain

  • Coretan
    Saudariku… Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan...
    16 tahun yang lalu
  • Komputer
    Setelah belajar mengenai DOS, pelajaran berikutnya yang saya ingat adalah bahasa Pemograman Pascal. Untuk yang belum mengetahui kita akan memulai dengan se...
    16 tahun yang lalu

Teman Blogroll

  • Bukhari Muslim
  • Belajar Bisnis Online

Followers

Powered by  MyPagerank.Net

kunjungi Iklan Kami

 

© 2010 Anggi Marsela All Rights Reserved Coretan Fajar
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com